SKCK adalah singkatan dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian, atau bahasa kerennya, Police Record, atau nama terdahulunya adalah SKKB (Surat Keterangan Kelakuan Baik).
Di mana bisa bikin SKCK?
Bisa di POLSEK, POLRES, POLDA, atau juga MABES POLRI, tergantung keperluannya apa. Semakin penting keperluannya, biasanya semakin tinggi juga tingkatan tempat pembuatannya.
Kalau cuma untuk syarat melamar kerja, pindah alamat, calonin diri jadi kades, atau sekda, atau juga keperluan sekolah (dalam negeri), biasanya bisa diurus di POLSEK.
Kalau tujuannya mau melamar jadi PNS, TNI/POLRI, kepemilikan senjata api, itu bisa di POLRES.
Untuk yang mau bekerja di luar negeri, menjadi Notaris, bisa diajukan ke POLDA.
Nah buat yang mau jadi Presiden, pejabat pemerintah tingkat pusat, naturalisasi kewarganegaraan, bisa dilakukan di MABES POLRI.
Sebenarnya selain itu semua, masih banyak daftar kategori keperluan dan tempat pembuatan SKCK. Untuk lebih lanjut bisa dicek di website resmi POLRI www.polri.go.id
Nah berhubung eike mau bikin SKCK untuk kepentingan melamar kerja, jadi eike perginya ke POLSEK terdekat. Deket rumah juga pastinya.
Untuk pengajuan pembuatan SKCK ada dua cara. Yang pertama kita bisa datang & daftar langsung ke TKP. Yang kedua kita bisa daftar dulu via online.
Pada awalnya eike berniat mau mendaftar via online, karena pastinya lebih praktis dan hemat waktu, gak pake banyak antre, gak perlu isi formulir data diri lagi, cukup kasih print-an kode registrasi yang kita dapat setelah sukses daftar online ke petugas loket, lalu bayar, trus tinggal tunggu SKCK jadi.
![]() |
| Penampakan tampilan website |
Tapi sayangnya, pas buka website dan baru isi tahap satu mau ke tahap dua, gak bisa lanjut. Pas di bagian kolom gender, gak bisa di-klik pilihannya, jadi gak bisa ke halaman selanjutnya. Padahal data yang harus diisi ada empat langkah. Ya udin, setelah empat kali coba ulang, ternyata emang gak bisa daftar online. Akhirnya keesokan harinya eike datang ke POLSEK setempat. Cusss.
![]() |
| Yang diberi tanda merah : option gak bisa dipilih |
Eike dateng ke POLSEK Jagakarsa sekitar jam 11 siang. Pas sampe sana, aje gile, antrean udah panjang walo gak pake banget. Belum lagi orang-orang yang pada duduk, ada yang isi formulir, ada yang tinggal nungguin SKCK-nya keluar. Waduh berabe nih urusannya, bisa lama. Begitu pikir eike.
![]() |
| Tampak Luar: Antrean pas baru datang Tampak Dalam: orang-orang yang duduk mengisi formulir |
Karena Kepo, eike tanya sama si Mas yang ada di depan eike yang lagi sibuk sama berkas-berkasnya.
"Ini antrean apa ya, Mas?"
"Pengambilan formulir dan pengembalian formulir."
"Antreannya digabung?"
"Iya. Jadi abis kita antre pengambilan formulir, kita keluar dulu dari antrean buat isi formulir. Setelah diisi lengkap, kita antre lagi buat balikin. Habis itu kita tinggal tunggu, nanti SKCK kita langsung jadi. Nih Saya tinggal antre pengembalian formulirnya."
"Antre dari ulang, Mas? Dari belakang lagi?!"
"Iya."
Waduh agak shock juga ya denger kita mesti double antre buat pengambilan dan pengembalian formulir. Tapi gak papa lah. Hitung-hitung buat pengalaman.
Ternyata walau antrean panjang, tapi agak lumayan cepet juga loh sampe loketnya. Dari pertama kali antre sampe tiba di loket , cuma perlu waktu kurang lebih 15-20 menitan. Yah masih normal ya. Apalagi mengingat petugas di loket cuma satu orang.
![]() |
| Sambil nunggu sampe loket. Baca-baca aja yang ada. |
![]() |
| Loket kecil mengingatkan jendela di drama Descendants of The Sun 😝 NGACO! |
Setelah sampe di depan loket, eike langsung bilang tujuan pengajuan pembuatan SKCK. Kemudian Ibu cantik petugas loket meminta data pendukung yang harus dibawa (copy KTP, AKTE LAHIR/IJAZAH TERAKHIR/SURAT PENGANTAR DARI KELURAHAN (salah satu aja), KK, PAS FOTO 4X6 sebanyak 4 lembar dengan latar belakang merah. Setelah semuanya oke, kita disuruh membayar biaya pembuatan SKCK sebesar 30.000 Rupiah. Setelah pembayaran, petugas loket memberi formulir yang harus kita isi. Untuk yang satu ini, jangan lupa bawa pulpen & penghapus sendiri ya. No pinjem-pinjem. Karena data yang perlu diisi banyak, ada tiga lembar. Dan juga, kalau sekiranya kita gak hapal data keluarga kita, semisal ttl orangtua, mending bawa data pendukung double, yang satu untuk diserahin, yang satu untuk contekan.
![]() |
| Yang perlu diisi banyak. Kalo gak inget bawa kebetan. |
![]() |
| Kwitansi Pembayaran |
Kebetulan waktu udah menunjukan hampir jam 11.30an waktu eike mulai isi formulir. Antrean baru mulai banyak lagi. Ibu petugas loket yang tegas akhirnya membatasi sampe orang yang ada di pintu masuk, lalu pintu ditutup. Yang boleh proses cuma orang yang ada di dalam ruangan yang tadi udah dibatasi, atau orang-orang yang udah pegang formulir untuk diisi atau dikembalikan. Habis itu istrirahat dan loket kembali dibuka jam 1 siang. Jadi yang masih antre di luar atau baru dateng, mesti sabar nunggu setelah jam maksi untuk urus SKCK-nya.
![]() |
| Isi formulir kloter terakhir Sebelum jeda istirahat. Mulai sepi |
Jam 11.45 akhirnya eike selesai isi formulir dan langsung balikin ke the one and only loket di dalam. Habis itu minta izin nunggu di dalem aja biar gak kepanasan. Dan 10 menit kemudian nama eike dipanggil. Dan SKCK diberikan.
Ternyata benar-benar cepat. Hebat banget ibu petugas loketnya. Biar sendiri tapi kerjanya kayak The Flash.
Oh, ya. SKCK ini cuma berlaku selama 6 bulan. Dan kalau sudah habis bisa diperanjang lagi. Kalau mau cepat sih eike saranin dateng pagi aja. Gak perlu antre lama, gak perlu gerah-gerahan.
Kalau di POLRES sih kayaknya ramenya masih wajar ya. Beda sama si POLSEK. Apalagi kalau udah musimnya pembukaan lowongan PNS, widih....itu antrean orangnya udah kaya antre mo nonton konser. Fenuh bin Zubel. Ditambah lagi terlalu banyak yang harus diurus. Dari data, dokumen, sampe sidik jari, dll, dll.
Jadi begitulah gambaran bikin SKCK di POLRES. Kalo dihitung-hitung dari awal dateng sampe ambil berkas, cuma butuh 1 jam aja. Biayanya Rp. 30.000.
Prosesnya cepat & mudah, kan?
Wassalam.
Yuk, mareeeh
![]() |
| Kelengkapan Persyaratan |
![]() |
| PEMBERITAHUAN |










Komentar
Posting Komentar